Go International: Kisah Hari Ke-3 di China, dari Pelajaran Ketepatan Waktu Qingdao hingga MoU Strategis dengan Shandong University

TIANJIN – Perjalanan delegasi LP Maarif NU Kabupaten Malang di Negeri Tirai Bambu memasuki hari ketiga dengan agenda yang semakin padat dan strategis. Mengusung misi besar World Class Maarif Education, hari ini menjadi perpaduan antara dinamika perjalanan yang menantang, keindahan tata kota, hingga pencapaian diplomasi pendidikan yang krusial bagi masa depan organisasi.

Memulai fajar di Distrik Shinan, sebuah kawasan di Qingdao yang tersohor dengan julukan “Swiss dari Timur”, beberapa delegasi menyempatkan diri mengeksplorasi pusat komersial utama tersebut selepas ibadah sholat subuh. Di sepanjang kanan dan kiri jalan, jajaran kafe dan tempat hiburan estetis mendominasi pemandangan. Sayangnya, karena masih pagi hari, deretan tempat tersebut masih tertutup rapat sebab geliat operasionalnya baru dimulai dari malam hingga dini hari, menyisakan ketenangan kota yang dinikmati turis mancanegara.

Ketegangan sempat mewarnai pagi hari saat rombongan menikmati sarapan di sebuah restoran muslim setempat. Keasyikan menyantap hidangan pilihan mulai dari bubur jagung, nasi goreng, jagung dan telur rebus, hingga menu khas China lainnya di tengah suasana jalan perkotaan membuat waktu bergulir tanpa terasa. Tepat pukul 09.15, rombongan baru menyadari bahwa kereta cepat dijadwalkan berangkat pukul 09.30 dari stasiun yang berjarak enam menit dari hotel. Dengan sisa waktu yang sangat kritis, sebanyak 12 orang anggota rombongan harus berlari kencang menuju stasiun dan mengejar kereta. Berkat ikhtiar yang keras, delegasi akhirnya berhasil naik ke atas kereta tepat waktu, sekaligus memetik pelajaran berharga dari Qingdao mengenai kedisiplinan dan ketepatan waktu.

Perjalanan kereta cepat dari Qingdao Railway Station menuju Jinan Railway Station ditempuh dalam waktu dua jam. Setibanya di Jinan, rombongan langsung menggunakan layanan transportasi daring Didi Chuxing untuk menuju Shandong University. Sambutan yang sangat hangat dari pimpinan fakultas bahasa seketika menjadi obat penawar rasa penasaran delegasi terhadap universitas tersebut. Lingkungan kampus yang rindang, dipenuhi pepohonan, serta taman yang tertata rapi di sepanjang jalan menyuguhkan pemandangan hijau yang bersih, menciptakan surga belajar yang sangat nyaman.

Dalam pemaparan menggunakan bahasa Arab yang disampaikan oleh salah satu pimpinan fakultas, Xue Yingjie, dijelaskan bahwa Shandong University merupakan salah satu universitas prioritas di Provinsi Shandong. Kampus ini sangat aktif dalam berbagai program kolaborasi internasional, termasuk program gelar ganda bersama institusi pendidikan di berbagai negara. Pertemuan formal ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat strategis, di mana LP Maarif NU Kabupaten Malang dan Shandong University sepakat untuk membangun komitmen kerja sama melalui MoU yang mencakup bidang penelitian, pertukaran pelajar, hingga pertukaran guru dan dosen.

Usai menuntaskan agenda penting di Shandong University, perjalanan estafet kembali dilanjutkan menuju destinasi berikutnya, yaitu Tianjin. Rombongan mula-mula menggunakan kereta metro dengan waktu tempuh 40 menit, kemudian harus berganti moda transportasi ke kereta listrik selama dua jam perjalanan untuk bisa mencapai lokasi penginapan. Perjalanan hari ketiga yang penuh dinamika ini akhirnya ditutup dengan catatan 13.860 langkah pada aplikasi pemantau aktivitas. Saat ini, seluruh delegasi telah tiba dan bermalam di Tianjin untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan diri menyambut agenda hari keempat esok hari.