Hari Kedua di Tiongkok: Rombongan LP Ma’arif PCNU Kab. Malang Ziarah Religi di Guangzhou hingga Bertolak ke Pesisir Qingdao

QINGDAO – Delegasi program benchmarking akademik Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Kabupaten Malang melanjutkan rangkaian perjalanan hari kedua di Tiongkok dengan agenda yang padat dan produktif. Perjalanan hari ini memadukan esensi spiritual, sejarah peradaban Islam awal, hingga eksplorasi infrastruktur modern antardistrik dan provinsi.

Mengawali pagi yang diselimuti cuaca gerimis di Kota Guangzhou, perwakilan delegasi menyempatkan diri mengeksplorasi kebudayaan lokal di luar jadwal utama rombongan dengan mengunjungi Taman Yuexiu. Sebagai area terbuka hijau terbesar di pusat kota Guangzhou, taman ini memadukan keindahan alam dengan situs sejarah penting, termasuk peninggalan sisa tembok kota kuno dari masa Dinasti Ming, Menara Zhenhai yang kini menjadi museum lima lantai, serta Patung Lima Kambing yang merupakan simbol ikonik Kota Guangzhou.

Tepat pukul 08.00 waktu setempat, seluruh rombongan yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd., bergerak menuju kompleks makam sahabat Rasulullah SAW, Sa’ad bin Abi Waqqas. Di lokasi sakral ini, seluruh kepala sekolah dan madrasah menggelar pembacaan tahlil bersama secara khusyuk untuk mendoakan salah satu perintis dakwah Islam pertama di daratan Tiongkok tersebut. Agenda religi ini kemudian ditutup dengan melaksanakan salat sunah Tahiyyatul Masjid serta salat Dhuha berjamaah di Masjid Huaisheng, yang berada dalam satu kompleks dengan area pemakaman.

Usai merampungkan agenda di Guangzhou, delegasi langsung bertolak menuju bandara untuk melakukan penerbangan domestik lintas provinsi selama 4 jam menuju Kota Qingdao, Provinsi Shandong. Setibanya di bandara Qingdao, rombongan melanjutkan mobilitas menuju tempat transit di Distrik Shinan dengan memanfaatkan moda transportasi kereta metro selama 2 jam perjalanan. Melalui pantauan langsung pada aplikasi peta digital, laju kereta bawah tanah modern ini mencatatkan kecepatan impresif hingga mencapai 256km/jam.

Distrik Shinan merupakan pusat sejarah, budaya, dan komersial utama di Qingdao yang terletak di pesisir Laut Kuning. Kawasan ini memiliki daya tarik visual yang khas karena memadukan arsitektur bergaya Eropa peninggalan era kolonial Jerman dengan panorama pesisir pantai yang menawan, hingga sering kali dijuluki sebagai “Swiss dari Timur”.

Sebelum menutup agenda hari kedua, rombongan menyempatkan diri berjalan-jalan di sepanjang kawasan pantai Shinan untuk menyegarkan pikiran dan beristirahat, guna mempersiapkan stamina yang prima menyambut agenda di hari ketiga.