
NINGXIA – Seluruh rangkaian perjalanan internasional delegasi LP Ma’arif NU Kabupaten Malang di Negeri Tirai Bambu resmi memasuki hari kedelapan sebagai penutup jilid penjelajahan ilmiah dan spiritual yang luar biasa. Dipimpin langsung oleh Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd., bersama jajaran kepala sekolah dan madrasah, misi bertajuk benchmarking internasional ini sukses mengarungi jarak total sekitar 12.700 kilometer, melintasi perbatasan Indonesia dan Tiongkok demi menjemput visi besar mewujudkan World Class Ma’arif Education. Selama sepekan penuh, delegasi secara maraton mengunjungi berbagai institusi pendidikan mutakhir, pusat vokasi percontohan, perguruan tinggi papan atas, hingga situs sejarah legendaris demi menyerap praktik terbaik dalam pengelolaan SDM dan jejaring kerja sama global.
Langkah awal petualangan ini dimulai dari Kota Guangzhou, di mana delegasi langsung dihadapkan pada potret nyata modernisasi transportasi publik, ketertiban tata kota, serta tingginya budaya disiplin masyarakat setempat. Tidak melupakan akar nilai religius organisasi, delegasi juga melakukan penguatan spiritual dengan berziarah ke makam sahabat Nabi Muhammad SAW, Sa’ad bin Abi Waqqas, serta menunaikan ibadah di Masjid Huaisheng bersejarah sebelum bertolak menuju utara. Perjalanan kemudian bergeser ke Provinsi Shandong, tepatnya di Kota Qingdao dan Jinan. Di kawasan ini, delegasi tidak hanya memetik pelajaran berharga mengenai arti penting ketepatan waktu sistem transportasi, melainkan juga sukses mengunci kesepakatan strategis berupa nota kesepahaman (MoU) dengan Shandong University yang membuka lebar pintu kolaborasi riset serta pertukaran mahasiswa, guru, dan dosen.
Akselerasi pendidikan kejuruan menjadi menu utama saat delegasi menginjakkan kaki di Kota Tianjin, khususnya di Dongli Vocational Centre yang tersohor sebagai pelopor proyek internasional Luban Workshop. Di lembaga perintis ini, perwakilan sekolah jajaran Ma’arif, termasuk SMK NU Sunan Ampel, membedah langsung sistem pembelajaran berbasis kebutuhan industri modern, mulai dari pemanfaatan teknologi robotika, drone, virtual reality (VR), hingga strategi pembinaan talenta menuju WorldSkills Competition. Kunjungan ini berhasil menelurkan rencana kerja sama konkret yang difokuskan pada penguatan kompetensi di bidang otomotif, agronomi, teknologi pangan, hingga kecerdasan buatan (AI).
Di sela-sela padatnya agenda kedinasan, Kota Beijing memberikan ruang refleksi yang sangat mendalam bagi rombongan melalui kunjungan ke Tembok Besar China (Great Wall) di jalur Badaling. Mahakarya dunia tersebut memberikan pesan historis bernilai tinggi, bahwa kemegahan infrastruktur fisik sebesar apa pun akan kehilangan fungsinya tanpa dibarengi oleh integritas, persatuan, dan kekuatan karakter manusia yang mengelolanya. Pelajaran moral dari masa lalu tersebut seolah menjadi fondasi spiritual sebelum delegasi melanjutkan agenda strategis berikutnya di China-SCO Vocational and Technical Education Cooperation Center di Tianjin. Di pusat kerja sama regional bentukan KTT SCO tersebut, delegasi mendalami cetak biru integrasi lima pilar antara pemerintah, universitas, industri, dan lembaga riset yang menghasilkan komitmen awal penjajakan kerja sama peningkatan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
Titik balik perjuangan dan ketahanan fisik delegasi diuji sekaligus diperkaya melalui perjalanan darat pamungkas selama 18 jam menggunakan kereta kelas D dari Beijing menuju Provinsi Ningxia. Sepanjang lintasan sejauh seribu kilometer lebih tersebut, bentangan alam berupa pertanian modern dengan mekanisasi tingkat tinggi dan jalur rel yang membelah pegunungan menjadi bukti konkret bagaimana Tiongkok membangun konektivitas ekonomi. Pengalaman ini semakin lengkap dengan adanya interaksi sosial yang hangat dan penuh toleransi dari penumpang lokal, yang menegaskan kembali bahwa kemajuan teknologi mutlak harus berjalan beriringan dengan keluhuran budi pekerti masyarakatnya. Melalui perjalanan panjang melintasi Guangzhou, Qingdao, Jinan, Tianjin, Beijing, hingga akhirnya mendarat di Ningxia, program benchmarking ini bukan lagi sekadar kunjungan kerja biasa. Rangkaian perjumpaan, diskusi, dan kesepakatan internasional yang telah diraih sepanjang 12.700 kilometer ini menjadi ikhtiar lahir batin yang sangat nyata dari LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Seluruh portofolio pengalaman ini siap dibawa pulang ke tanah air sebagai bahan bakar utama untuk mentransformasikan madrasah dan sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama menjadi lembaga pendidikan yang unggul, inovatif, berkarakter kokoh, dan siap berdiri sejajar di kancah global.

