
PONCOKUSUMO – Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo turut berpartisipasi aktif menyukseskan program prestisius “Servis Gratis 8.100 Sepeda Motor oleh SMK Bersama Industri se-Jawa Timur”. Kegiatan yang disambut dengan antusiasme tinggi ini diselenggarakan di Laboratorium Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo pada Kamis (8/10).
Fasilitas servis gratis ini dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sekolah (warga SMK NUSA). Menariknya, seluruh proses pengerjaan tidak melibatkan teknisi dari luar, melainkan ditangani langsung oleh para mekanik muda terlatih yang merupakan siswa-siswi kompeten dari jurusan TSM. Selama proses pengerjaan, mereka didampingi dan diawasi secara melekat oleh para guru produktif TSM guna memastikan setiap prosedur sesuai dengan standar operasional.
Program ini digelar bukan sekadar sebagai euforia perayaan HUT Jatim semata, melainkan membawa misi strategis. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi harmonis antara pendidikan vokasi dan dunia industri dalam mencetak tenaga kerja yang andal. Selain itu, program servis gratis ini menjadi wadah implementasi Teaching Factory yang efektif. Para siswa diterjunkan langsung untuk menghadapi berbagai kondisi riil kendaraan konsumen, sehingga mereka dapat mengasah kepekaan analisis kerusakan sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan pelayanan pelanggan yang profesional.
Adapun pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan dengan sangat terstruktur layaknya bengkel resmi. Proses dimulai dari meja pendaftaran di mana pelanggan menyampaikan keluhan kendaraannya. Setelah itu, mekanik siswa melakukan diagnosa awal dan mengeksekusi perbaikan ringan (tune-up), meliputi pengecekan kelistrikan, sistem pengereman, tekanan ban, hingga pergantian oli jika diperlukan. Sebagai langkah pamungkas, guru produktif bertindak sebagai Quality Control (QC) untuk mengecek ulang hasil servis. Motor baru akan diserahkan kembali kepada pemiliknya jika sudah dipastikan aman, nyaman, dan memenuhi standar keselamatan berkendara.
Menanggapi kesuksesan acara tersebut, Kepala SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, Imron Sya’roni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya sekaligus menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam menjembatani siswa dengan realitas dunia kerja. “Kami sangat bangga SMK NUSA dapat berkontribusi dalam program masif 8.100 servis gratis tingkat provinsi ini. Kegiatan ini bukan sekadar praktik perbengkelan biasa, melainkan simulasi nyata dari ekosistem industri otomotif yang sesungguhnya. Melalui program ini, kita sedang menyelaraskan kompetensi siswa dengan budaya kerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat yang berlaku di bengkel-bengkel resmi. Ini adalah wujud nyata dari link and match antara sekolah vokasi dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI),” ungkap Imron Sya’roni.
Beliau juga menambahkan bahwa mentalitas kerja menjadi poin penting dari simulasi ini. “Anak-anak tidak hanya diuji untuk menjadi mekanik yang andal secara teknis, tetapi juga dibekali dengan etos kerja, kedisiplinan, target waktu, dan standar pelayanan prima. Pengalaman langsung bersentuhan dengan konsumen seperti ini sangat krusial agar mereka memiliki daya saing tinggi dan siap langsung diserap oleh industri pasca kelulusan nanti,” imbuhnya.
Keberhasilan program servis gratis ini semakin mengukuhkan komitmen SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo dalam menghadirkan ekosistem pendidikan kejuruan yang inovatif, berstandar mutu tinggi, dan sepenuhnya relevan dengan tuntutan serta perkembangan industri masa kini.

