SMK An-Nur Omben Sampang Pelajari Strategi SPMB 5.0 dan Branding Sekolah Lewat Studi Tiru di SMK NU Sunan Ampel

Poncokusumo – Semangat untuk terus belajar dan berbagi dalam pengembangan lembaga pendidikan diwujudkan oleh SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo dengan menerima kunjungan studi tiru dari rombongan guru SMK An-Nur Omben, Sampang, Madura, pada Jumat (11/9/2026). Kunjungan yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dari sekolah asal Madura tersebut difokuskan pada dua hal strategis untuk kemajuan lembaga, yakni penguatan branding sekolah dan penerapan strategi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Kepala SMK An-Nur Omben dalam sesi diskusi mengungkapkan bahwa langkah ini diambil mengingat lembaganya tengah menghadapi persoalan berupa tren penurunan jumlah peserta didik dari tahun ke tahun. Karena belum menemukan strategi yang tepat untuk meningkatkan jumlah murid baru, SMK An-Nur Omben memutuskan untuk menjadikan SMK NU Sunan Ampel (SMK NUSA) sebagai rujukan belajar guna menggali praktik baik, khususnya dalam hal membangun kepercayaan masyarakat serta meningkatkan daya tarik sekolah.

Menjawab tantangan tersebut, Kepala SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, Imron Sya’roni, membagikan pengalamannya dengan memperkenalkan konsep SPMB 5.0. Ia menegaskan bahwa SPMB tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai proses administratif penerimaan siswa, melainkan harus menjadi bagian dari strategi pengembangan lembaga dan pembangunan kepercayaan publik. Imron menjelaskan bahwa SPMB 5.0 adalah hasil perkalian lima unsur utama: Data sebagai pijakan awal membaca potensi dan kebutuhan masyarakat, Excellence atau keunggulan nyata yang dibuktikan sekolah, Branding untuk mengomunikasikan identitas tersebut secara konsisten, Engagement guna membangun keterlibatan erat dengan berbagai mitra dan masyarakat, serta Conversion yang berfokus mengubah ketertarikan publik menjadi keputusan pasti untuk memilih sekolah. Baginya, branding yang kuat juga wajib ditopang oleh kualitas pendidikan yang nyata dan program yang manfaatnya langsung dirasakan oleh para peserta didik.

Selain mendalami teori strategi penerimaan siswa, para peserta studi tiru juga diperkenalkan dengan berbagai program unggulan yang memperkuat daya saing SMK NUSA. Beberapa di antaranya meliputi penguatan kemitraan dengan dunia industri, pengembangan kelas industri, program kemandirian sekolah, hingga inovasi Sekolah Ketahanan Pangan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog konkret melalui kunjungan lapangan ke berbagai ruang praktik. Di sana, para guru SMK An-Nur Omben dapat mengamati secara langsung bagaimana aktivitas praktik peserta didik dan proses pembelajaran harian yang telah terintegrasi dengan pendekatan vokasi serta budaya industri.

Studi tiru ini pada akhirnya bukan sekadar ajang unjuk keunggulan, melainkan wujud nyata dari semangat ta’awun (tolong-menolong) dan continuous improvement di lingkungan pendidikan Ma’arif NU. Bagi SMK NU Sunan Ampel, kesempatan berbagi praktik baik ini menjadi ruang refleksi dan tukar pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus dinamis. Sementara bagi SMK An-Nur Omben, kunjungan ini diharapkan mampu menyuntikkan perspektif baru yang aplikatif untuk menyusun strategi penerimaan murid baru yang lebih tangguh ke depannya. Dengan semangat belajar dari pengalaman, berbagi kebaikan, dan bergerak bersama, lembaga pendidikan Ma’arif NU diharapkan dapat terus berinovasi dan menghadirkan layanan yang semakin dipercaya oleh masyarakat luas.